Bikin Penasaran: Kau Memelukku Di Kehidupan Ini, Tapi Hatiku Masih Di Kehidupan Lalu
Kau Memelukku di Kehidupan Ini, Tapi Hatiku Masih di Kehidupan Lalu
Embun pagi merayap di kelopak bunga teratai, selembut belaian jari Jiang Lan di pipiku. Di kehidupan ini, aku adalah Lin Yue, istri sah Jiang Lan, pewaris tunggal Keluarga Jiang yang kaya raya. Kami menikah karena perjodohan, sebuah tradisi kuno yang dipegang teguh keluarga kami. Jiang Lan memperlakukanku dengan lembut, penuh perhatian, bahkan cenderung posesif. Tapi matanya... mata itu tidak pernah melihatku sepenuhnya.
Dalam mimpi, aku kembali menjadi Mei Hua, kekasih Jiang Lan di masa lalu. Masa lalu yang kelam, penuh darah dan pengkhianatan. Di sana, aku melihat Jiang Lan yang berbeda. Seorang pemuda yang penuh gairah, mencintaiku dengan membabi buta, sebelum akhirnya... dia menikamku. Secara harfiah.
Kebohongan merajut jaring di sekelilingku. Jiang Lan yang di sini, di kehidupan ini, adalah seorang aktor ulung. Dia membungkus kebenaran dengan senyum menawan dan kata-kata manis yang menusuk. Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu, sesuatu yang sangat besar sehingga menelan seluruh hatinya.
Aku, Lin Yue, seorang wanita yang hidup dalam sangkar emas, mulai mencari kebenaran. Bukan karena cinta, melainkan karena kewajibanku pada Mei Hua. Aku menggali masa lalu Jiang Lan, mencari petunjuk di antara tumpukan dokumen kuno dan bisikan para pelayan. Setiap langkah yang kuambil, setiap kebenaran yang kutemukan, bagaikan pisau yang mengiris hatiku.
Ternyata, Mei Hua adalah mata-mata. Ia bekerja untuk musuh Keluarga Jiang, berusaha menjatuhkan bisnis keluarga kami dari dalam. Jiang Lan, yang saat itu masih muda dan naif, mengetahui hal ini dan... dia memilih keluarganya. Dia memilih kehormatan daripada cinta. Dia membunuh Mei Hua dengan tangannya sendiri.
Rasa sakit yang kurasakan begitu nyata. Aku melihat bayangan Mei Hua di cermin, matanya penuh dengan kemarahan dan kekecewaan. Dia ingin keadilan. Dia ingin pembalasan.
Konflik memuncak saat Jiang Lan menyadari bahwa aku telah mengetahui segalanya. Dia mencoba meyakinkanku, memohon ampunan, mengatakan bahwa dia melakukan semua itu demi melindungiku. Tapi kata-katanya hanyalah angin, tidak mampu menutupi bau darah masa lalu.
Malam itu, aku menuangkan racun ke dalam anggur yang biasa dia minum. Aku menatapnya dengan tenang saat dia meneguknya, senyum tipis tersungging di bibirku.
"Kau memelukku di kehidupan ini, Jiang Lan," bisikku. "Tapi hatiku masih di kehidupan lalu. Dan Mei Hua... dia pantas mendapatkan ini."
Jiang Lan tersenyum. Senyum yang pahit, penuh penyesalan. Dia memejamkan mata, dan napasnya berhenti.
Pembalasan dendamku telah selesai. Tenang, sunyi, dan menghancurkan. Aku telah membalas kematian Mei Hua, menghancurkan kebahagiaan Jiang Lan di kehidupan ini. Aku telah menjadi apa yang paling dia takuti: bayangan masa lalu yang menghantuinya.
Aku meninggalkan surat pengakuan, menyertakan semua bukti pengkhianatan Mei Hua. Keluarga Jiang akan hancur, tercemar oleh skandal masa lalu. Dan aku? Aku akan menghilang, memulai kehidupan baru, membawa serta rahasia dan rasa sakit ini.
Saat aku melangkah keluar dari rumah itu, aku menoleh ke belakang. Senyum tipis terukir di bibirku. Senyum yang menyimpan perpisahan, senyum yang menyimpan kemenangan.
Di kehidupan selanjutnya, akankah kita bertemu lagi, dan apakah takdir akan memberikan kita peran yang berbeda?
You Might Also Like: Dan Wheelers Marital Status And